Hero section image background

Pemprov Jabar Salurkan Bantuan Bagi Warga Desa Terdampak Pergerakan Tanah di Majalengka

Senin, 2 Maret 2026

berita

101

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Pemprov Jabar Salurkan Bantuan Bagi Warga Desa Terdampak Pergerakan Tanah di Majalengka

MAJALENGKA - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Jawa Barat menyalurkan Bantuan Keberlangsungan Hidup kepada 25 kepala keluarga (KK) warga desa terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Kamis (19/02/2026).

Penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Bupati Majalengka Nomor 300.2.2/85/BPBD/M tertanggal 15 Februari 2026 terkait permohonan biaya pengungsian bagi masyarakat terdampak bencana. Sebelumnya, telah dilakukan verifikasi dan validasi data rumah warga yang terdampak, dengan hasil pendataan menunjukkan sebanyak 25 KK mengalami kondisi rumah hancur akibat pergerakan tanah.

Bantuan disalurkan di Balai Desa Sukadana dengan dukungan pemerintah kabupaten dan aparat setempat guna memastikan proses berjalan tertib dan tepat sasaran. Warga penerima membawa dokumen administrasi kependudukan sesuai ketentuan untuk mendukung kelancaran penyaluran.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa bantuan tidak berhenti pada tahap darurat, melainkan dilanjutkan dengan relokasi dan pembangunan hunian baru yang lebih aman dan tertata.

“Rumah yang terdampak akan dibangunkan kembali. Satu unit dialokasikan sekitar Rp40 juta dengan konsep rumah panggung seperti pola yang sudah diterapkan di Sukabumi. Lingkungannya juga akan ditata, jalannya dipasang paving block dan dilengkapi penerangan jalan umum,” ujar Gubernur saat berdialog bersama warga.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur kawasan relokasi akan didukung melalui skema karya bakti bersama unsur TNI agar penataan lingkungan berjalan cepat dan terintegrasi.

“Kita ingin bukan hanya membangun rumah, tetapi membangun lingkungan yang tertata. Ke depan, kawasan ini bisa berkembang menjadi kampung yang lebih baik dan produktif,” katanya.

Salah satu warga terdampak, Nunun Nugraha dari Kampung Rodabaya, mengaku rumahnya berada di titik paling atas dan paling terdampak pergerakan tanah.

“Posisi rumah saya paling atas dan paling terdampak karena hampir berada di titik bencana pergerakan tanah itu. Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih atas perhatian dari perangkat desa, Pemerintah Kabupaten Majalengka, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bantuan yang diberikan sangat membantu kami untuk bisa bangkit kembali,” ujarnya.

Kepala DPMDesa Jabar Ade Afriandi yang hadir pada kesempatan yang sama menegaskan komitmen pihaknya untuk terus hadir dalam setiap penanganan bencana, memastikan keselamatan warga, serta mendukung terwujudnya hunian yang lebih aman dan layak bagi masyarakat terdampak.

Lebih lanjut Ia mengatakan Bantuan Keberlangsungan Hidup ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama masa tanggap darurat, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Provinsi Jawa Barat, M. Ade Afriandi

Penulis: DPMDesa