
CIAMIS - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Jawa Barat menyalurkan Bantuan Keberlangsungan Hidup kepada 170 kepala keluarga (KK) warga desa terdampak bencana banjir di Desa Bangunsari dan Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (24/02/2026).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Bupati Ciamis Nomor 100.2/334-Pemksm.1/2026 tanggal 18 Februari 2026 terkait usulan bantuan dampak bencana . Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ciamis mengusulkan sebanyak 282 KK sebagai calon penerima bantuan. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi oleh tim DPMDesa Jawa Barat, sebanyak 170 KK dinyatakan memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan .
Dari total penerima tersebut, 156 KK berasal dari Desa Bangunsari dan 14 KK dari Desa Sukahurip. Seluruhnya merupakan warga terdampak banjir yang bekerja sebagai petani pemilik sawah dan buruh tani dengan tingkat kesejahteraan Desil 1-4 atau kategori sangat miskin hingga rentan miskin .
Bantuan disalurkan di Aula Desa Sukahurip dengan dukungan pemerintah kabupaten, kecamatan, dan aparat desa guna memastikan proses berjalan tertib dan tepat sasaran. Warga penerima membawa dokumen administrasi kependudukan sesuai ketentuan untuk mendukung kelancaran penyaluran.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa pemerintah berpihak kepada warga yang benar-benar terdampak dan membutuhkan.
“Yang kita support adalah warga yang betul-betul terdampak dan tidak mampu. Kalau ada orang tua yang tidak bisa lagi berdagang karena banjir, janda yang kehilangan penghasilan, itu yang harus kita dahulukan,” ujar Gubernur saat berdialog dengan warga.
Ia menambahkan, seluruh warga terdampak tetap menjadi perhatian pemerintah. “Dari 250 lebih yang diajukan, saat ini yang memenuhi syarat 170. Sisanya akan tetap kita evaluasi sesuai ketentuan. Prinsipnya, pemerintah hadir dan tidak menutup mata terhadap warga yang terdampak,” katanya.
Salah satu penerima bantuan, Sadiman, warga terdampak banjir, mengaku bantuan tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia mengatakan kebun miliknya rusak akibat banjir, bahkan tanaman padi hanyut karena lokasi sawah berada dekat tanggul yang jebol.
“Bantuan ini akan saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari karena kebun saya rusak dan padi saya hanyut. Alhamdulillah dengan bantuan ini saya merasa terbantu. Terima kasih kepada Bapak Gubernur, semoga selalu sehat dan bisa terus membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Kepala DPMDesa Jabar Ade Afriandi yang turut hadir menegaskan bahwa proses verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat meringankan beban masyarakat pascabencana.
Bantuan Keberlangsungan Hidup ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana banjir di Desa Bangunsari dan Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Provinsi Jawa Barat, M. Ade Afriandi
Penulis: DPMDesa



