
Kebakaran yang terjadi pada 24 Juli lalu menghanguskan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya. Sebanyak 51 kepala keluarga kehilangan tempat tinggalnya. Namun yang hilang bukan hanya rumah. Api juga melalap warisan budaya yang selama ini dijaga turun-temurun yaitu rumah adat, leuit, balai riungan, ajeng (Panggung Pertunjukan), hingga imah gede.
Menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Provinsi Jawa Barat melakukan survey dampak bencana kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya. Bersama Abah Hendri dan para tokoh setempat, langkah-langkah untuk membangun kembali Kampung Adat Ciptamulya mulai dirumuskan, dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi jiwa dari kampung ini.
Karena membangun kembali bukan hanya tentang mendirikan bangunan. Tetapi juga menghidupkan kembali harapan, menjaga budaya, dan memastikan warisan leluhur tetap lestari untuk generasi yang akan datang.
Penulis: DPMDesa



